Tuesday, May 19, 2009

Siapa Kamu, Siapa Aku?

Buat saya pribadi, saya tak pernah ingat kapan pertama kali saya mengucapkan kalimat Syahadat. Karena alhamdulillah saya terlahir dan tumbuh dalam keluarga yang beragama Islam. Saya belajar shalat, belajar puasa pertama kali, bersama keluarga saya. Saya sangat bersyukur dikaruniai hal seperti itu. Setahu saya, Islam itu ya ISLAM, seperti Islam Anda mungkin, juga mungkin Islam teman-teman saya, famili Anda, atau Islamnya para Kyai yang sering khotbah di televisi itu. Guru TPA saya sewaktu SD pernah bercerita, ISLAM itu adalah Isya, Subuh, Lohor, Ashar, Maghrib.. Itu yang bisa saya ingat. Semua Islam pasti kenal dengan 5 hal itu, saya pikir.

Tetangga-tetangga saya juga konon beragama sama dengan saya. Meski di tembok rumah mereka ada yang terpasang lukisan Kyai Ahmad Dahlan, ada yang terpasang foto konon bernama Kyai Hasyim Ashari, tetapi mereka semua bilang bahwa nabi yang mereka ikuti adalah Nabi Muhammad SAW. Sama, saya pikir.

Beranjak memasuki bangku universitas, saya tetap Insya Allah Islam. Sama dengan Islam saya sewaktu SD. Hanya saja, melalui teman-teman saya waktu itu, saya mulai dikenalkan oleh mereka Islam yang katanya paling benar. Saya ditunjukkan Islam yang katanya juga paling salah. Islam yang munafik, Islam yang kafir, juga Islam yang palsu karena sudah tidak murni lagi. Mereka memperkenalkan kepada saya dengan nama depan yang sama, ISLAM.

Saya memang tak pernah menyentuh pendidikan di pesantren manapun, kecuali sekilas di pesantren dunia maya dan pesantren kilat sewaktu sekolah dulu. Teman saya yang pernah dikirim oleh orang tuanya untuk belajar mendalami agama seperti yang saya anut, satu kali pernah bercerita betapa hebatnya dia dalam waktu beberapa bulan, sudah hafal luar kepala beberapa Juz Al Quran. Betapa hebatnya pesantren tempat dia mendalami agamanya. Teman saya yang lain, bercerita bahwa di pesantrennya, para santri selain dibekali ilmu agama juga dijamin lancar cas cis cus berbahasa Inggris dan tentu saja bahasa Arab. Betapa hebatnya pesantren itu. Semua mempelajari hal yang sama, Ilmu Islam, kalau saya tidak salah.

Sekali waktu Alhamdulillah saya berkesempatan mengunjungi tanah suci. Kenalan saya yang konon sedang nyantren di mana katanya agama Islam diturunkan tak jauh dari tempatnya, bercerita kepada saya. Bahwa kalau ada orang yang ingin belajar Islam sesuai tuntunan Rasulullah, tak salah bila belajar di kota tempatnya belajar. Karena menurutnya, ajaran Islam di situ masih murni dan tidak dicampur adukkan dengan ilmu-ilmu baru yang tidak jelas sumber hukumnya. Menurut kenalan saya yang lain, kebetulan dia juga sedang nyantren di negara tak jauh dari situ juga, tidak ada salahnya menggunakan referensi ilmu selain dari ilmu Islam, sepanjang itu berguna untuk kemaslahatan umat.

Saya memang tak pernah bisa menjawab kalau ada teman saya yang bertanya..
Kenapa harus Salafi? Kenapa harus Wahabi?
Kenapa Syiah? Kenapa Sunni?
Apa Islam kamu? Apa mahzab kamu?
Kenapa harus moderat? Kenapa harus radikal? Kenapa harus liberal?
Partai apa Islam kamu? Ideologi Islam apa partai kamu?

Entahlah..

Sementara umat lain terus bersatu membangun demi kemajuan para penganutnya..
Sementara umat Islam saling menjatuhkan antara kaum Islam yang satu dengan yang lain..

Sementara umat lain sibuk berbuat kebaikan, berkegiatan sosial demi umat mereka..
Sementara umat Islam saling teror, saling menyalahkan, saling berebut pengaruh satu sama lain..

Sampai Kapan?

Tuesday, September 16, 2008

Buku dan Amerika

Terlepas dari semua subyektifitas dan kontroversi pro dan kontra menyangkut buku "Menyingkap TEROR & FITNAH " ini, saya sangat apresiatif dengan Ibu Hj. Irena Handono ini. Seperti buku terdahulunya "ISLAM DIHUJAT" beberapa tahun yang lalu, nampaknya Bu Hajah ini masih terus melaju bersama idealismenya menelusuri akar permasalahan kejadian-kejadian dunia yang notabene selalu memojokkan Islam.

Saya belum membaca buku ini, tapi konon buku ini juga mengisahkan kejadian-kejadian perang yang juga dilatarbelakangi oleh barat (baca : Amerika), dengan dalih membela kesucian, namun sejatinya adalah proyek besar penguasaan sumber daya alam dan juga tentu saja kepentingan politik untuk memperluas pengaruhnya.

Yea.. Amerika lagi..

Saya sangat maklum dengan komentar-komentar negatif dari teman-teman yang tinggal di Amerika mengenai apa yang tertulis di buku ini. Padahal saya yakin belum satupun dari mereka yang membaca buku ini, tentu saja karena budaya "Judge a book by its cover" masih melekat. Tetapi kata Anda ini adalah demokrasi, seperti yang negara tempat tinggal Anda itu sering agung-agungkan. Betul Bos?

Sebelumnya, beberapa saat yang lalu dunia perbukuan Indonesia juga heboh dengan hadirnya buku "Saatnya Dunia Berubah - Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung" tulisan Bu Menteri Kesehatan RI DR. Dr. Siti Fadilah Supari, Sp. JP(K) yang berupaya membuka mata dunia tentang kasus virus H5N1. Dan hasilnya? Amerika lagi..

Terlepas dari segala kandungan buku-buku tersebut, nampaknya segala macam buku-buku yang berisi tentang Amerika dan segala macam kejelekanya semakin banyak membanjiri pasar di Indonesia. Sentimen Anti Amerika?


Di sisi lain, dunia saat ini juga sedang melirik buku "The Post-American World" tulisan Fareed Zakaria. Bagi yang belum membacanya, dengan metode Judge a book by its cover Anda akan dengan cepet mengetahui apa yang terkandung dalam buku ini. Yea Amerika lagi.. Tetapi buku ini lebih menekankan kepada dunia bahwa "Sebentar lagi Amerika akan habis.."







Benarkah?
Menurut beberapa kajian analisis, yang tak jauh beda dengan ramalan, konon pasca Amerika adalah masa keemasan bagi Asia. Well..

Monday, September 15, 2008

Tentang UK di East Timor

Merujuk pada link di sini, tentang keterlibatan UK dalam kasus Timor Timur saya hanya menyarankan bahwa akui saja secara jantan kalau memang terlibat bos... Jangan hanya menyalahkan Indonesia seolah-olah hanya Indonesialah yang bertanggung jawab atas segala tragedi yang terjadi di sana. Bukankah akan terlihat lebih satria kalau Ente mau mengakui secara terbuka dan terang-terangan. Tentu ini akan lebih baik daripada di kemudian hari ada pihak-pihak tertentu yang mau menggugat Ente secara hukum (Semacam kasus warga Rawagede, Karawang yang akhirnya menggugat Belanda karena kasus pembantaian warganya pada era kolonialisme).

Tenang bos, sudah kita duga sebelumnya kalau memang Ente dan blok barat terlibat dalam permainan ini. Apa alasannya?

Kemungkinan terbesar karena Ente ingin menjadikan Indonesia sebagai blok penangkal komunisme, bukan begitu Bos? Apalagi banyak pihak yang percaya bahwa Fretilin, partai utama di Timor Timur itu sangat dekat dengan komunis. Salah satu buktinya adalah kedekatan Fretilin dengan Frelimo Mozambique, partai yang jelas-jelas berkiblat pada Sosialis Internasional. Belakangan, hal ini juga pernah diungkapkan oleh Alm Bung Alfredo Reinado sebelum tertembak yang menyatakan bahwa ia ingin menjatuhkan ideologi komunis yang dibawa oleh Fretilin. Maka berdasar itulah Ente ikut bermain.

So, mau berbesar hati Bos? Jangan maunya Ente 'nabok nyilih tangan' aja..

Sunday, July 27, 2008

Uthak Athik Gathuk Presiden RI Mendatang

Seiring dengan semakin dekatnya apa yang disebut " pesta demokrasi" atau pemilu 2009, tensi politik di negeri ini mulai menghangat. Partai – partai politik mulai ancang – ancang, mengelus – elus jagonya untuk menjadi Presiden tahun 2009.Berkaitan dengan pemimpin – pemimpin yang pernah, sedang dan akan menjadi leader di negeri ini, saya jadi teringat dengan ramalan sang Pujangga Jawa, Rangga Warsita, tentang munculnya 7 satria yang akan memimpin sebuah negara seluas Majapahit; yakni yang disebut Satrio Kinunjoro Murwo Kuncoro, Satrio Mukti Wibowo Kesandung Kesampar, Satrio Jinumput Sumelo Atur, Satrio Lelono Topo Ngrame, Satrio Piningit Hamong Tuwuh, Satrio Boyong Pambukaning Gapuro, Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu. Ramalan ini sebenarnya pernah diangkat beberapa waktu lalu saat Negara ini mengalami berbagai krisis multidimensi dan memunculkan wacana satria piningit, yang dipercaya akan muncul menyelamatkan Negara dari krisis. Sekarang, banyak kalangan menguthak – uthik & nggathukke 7 satria tersebut dengan perjalanan para pemimpin yang pernah menempati posisi RI1 di negeri ini.

SATRIO KINUNJARA MURWA KUNCARA. Tokoh pemimpin yang akrab keluar masuk penjara (Kinunjoro), yang akan membebaskan bangsa ini dari belenggu keterpenjaraan dan akan kemudian menjadi tokoh pemimpin yang sangat tersohor diseluruh jagad (Murwo Kuncoro). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soekarno, Proklamator dan Presiden Pertama Republik Indonesia yang juga Pemimpin Besar Revolusi dan pemimpin Rezim Orde Lama. Berkuasa tahun 1945-1967.

SATRIO MUKTI WIBAWA KESANDUNG KESAMPAR. Tokoh pemimpin yang berharta dunia (Mukti) juga berwibawa/ditakuti (Wibowo), namun akan mengalami suatu keadaan selalu dipersalahkan, serba buruk dan juga selalu dikaitkan dengan segala keburukan / kesalahan (Kesandung Kesampar). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soeharto, Presiden Kedua Republik Indonesia dan pemimpin Rezim Orde Baru yang ditakuti. Berkuasa tahun 1967-1998.

SATRIA JINUMPUT SUMELA ATUR. Tokoh pemimpin yang diangkat/terpungut (Jinumput) akan tetapi hanya dalam masa jeda atau transisi atau sekedar menyelingi saja (Sumela Atur). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai BJ Habibie, Presiden Ketiga Republik Indonesia. Berkuasa tahun 1998-1999.

SATRIA LELANA TAPA NGRAME. Tokoh pemimpin yang suka mengembara / keliling dunia (Lelono) akan tetapi dia juga seseorang yang mempunyai tingkat kejiwaan Religius yang cukup / Rohaniawan (Tapa Ngrame). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai KH. Abdurrahman Wahid, Presiden Keempat Republik Indonesia. Berkuasa tahun 1999-2000. ( Ini katanya lhoo )

SATRIA PININGIT HAMONG TUWUH. Tokoh pemimpin yang muncul membawa kharisma keturunan dari moyangnya (Hamong Tuwuh). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Megawati Soekarnoputri, Presiden Kelima Republik Indonesia. Berkuasa tahun 2000-2004.

SATRIA BOYONG PAMBUKANING GAPURA. Tokoh pemimpin yang berpindah tempat (Boyong / dari menteri menjadi presiden) dan akan menjadi peletak dasar sebagai pembuka gerbang menuju tercapainya zaman keemasan (Pambukaning Gapuro). Banyak pihak yang menyakini tafsir dari tokoh yang dimaksud ini adalah Susilo Bambang Yudhoyono. Ia akan selamat memimpin bangsa ini dengan baik manakala mau dan mampu mensinergikan dengan kekuatan seorang spiritualis sejati satria piningit yang hanya memikirkan kemaslahatan bagi seluruh rakyat Indonesia sehingga gerbang mercusuar dunia akan mulai terkuak. Mengandalkan para birokrat dan teknokrat saja tak akan mampu menyelenggarakan pemerintahan dengan baik. Ancaman bencana alam, disintegrasi bangsa dan anarkhisme seiring prahara yang terus terjadi akan memandulkan kebijakan yang diambil.

SATRIA PINANDITA SINISIHAN WAHYU. Tokoh pemimpin yang amat sangat Religius sampai-sampai digambarkan bagaikan seorang Resi Begawan (Pinandito) dan akan senantiasa bertindak atas dasar hukum / petunjuk Gusti Allah (Sinisihan Wahyu). Dengan selalu bersandar hanya kepada Kekuasaan Gusti Allah, bangsa ini diharapkan akan mencapai zaman keemasan yang sejati.Nah, dalam konteks pemilihan Presiden tahun mendatang, silakan di gathuk – gathukke , apakah kira – kira dari tokoh- tokoh yang muncul dan dimunculkan, ada yang memiliki ciri seperti Satria Pinandhita Sinisihan Wahyu?

sumber : Mediacare kiriman Teddy Sunardi

Tuesday, April 22, 2008

Nyali

Don't think about money, opportunity nor religion. advisers said 'you can if you think you can'. i believe it my God, and guys you know what.. several days ago i met the hero. he said that it's just all about your mind. ride all over the world, the hero... ride for peace..

Thursday, January 17, 2008

1st

My 1st story on 2008...
not really bad..

just remembering my family, my bornland, my country, mybun, my old friends, many more.. I know there is nothing in this world that is more wonderful than something like life with yourown way, live with your love..

Tuesday, October 09, 2007

Rela Ga Rela, Perlu Diberi Pelajaran..

Pak Menlu dan Pak SBY,

Pak tetangga kita sudah kurang ajar loh Pak..apa perlu kita ganyang pak? Protes kita jangan cuma pake nota protes Pak..terlalu mudah bagi mereka menjawabnya Pak. Mereka pasti cuma akan menyesal dan minta maaf.. Tidak semudah itu pak. Coba liat mas Yunus Lubis yang ketua PPI-UKM itu pak.. dia pasti sakit hati kan pak kamarnya didobrak seperti itu. Apalagi yang dialami mbak Muslianah Nurdin itu pak. Kan sakit hati pak diperlakukan seperti itu.. Masak rela Pak istri diplomat kita diperlakukan seperti itu..

Kita keroyok balik aja pak toh mereka juga maen keroyok kan pak? Beraninya di rumah sendiri lagi pak. Saya yakin kok pak kalau Bapak sudah menginstruksikan satu kata, seluruh masyarakat kita ini akan berkobar semangatnya..Sodara-sodara kita yang tinggal di sana itu juga saya yakin pasti berani kok Pak, asal kita semua satu bangsa satu kata dan satu semangat.

Mereka itu ngaku-aku truly Asia..wah mana bisa Asia berjiwa ndeso-ndeso seperti itu pak..Beraninya merazia sembarangan, apa mereka itu belum pernah denger kata-kata 'adat ketimuran' ya pak? Pemerkosaan? walah ini apalagi pak..lha mereka itu kan juga menerapkan syariat Islam pak di negaranya kok perilakunya rendahan sekali ya pak? Saya yakin BUKAN AGAMANYA kan pak yang salah? Apa begitu sedemikian parahnya mereka gak laku, sampe-sampe beraninya maksain orang untuk begituan..

Apa sih pak hebatnya datuk-datuk keparat itu pak? Jago apa sih RELA mereka itu pak?
Oke bolehlah kalau mereka mau pamer salah satu penduduknya yang mau pergi ke luar angkasa melalui Baikonur Cosmodrome, Kazakhstan itu pak. Tapi bidang lain, yakin kalau kita masih unggul pak.. Cobak pak bukan cuman mbak-mbak dan mas-mas yang sering bantu-bantu di rumah pak, tapi ada mas Elie Eboy dkk yang jago sepakbola juga kan pak..

Pak katanya mereka itu sedang gencar-gencarnya menggalakkan pariwisata.. Putusin ajah pak jalur pariwisata mereka itu dengan negara kita. Tutup aja jalur penerbangan wisata ke sana. Biar dampaknya terasa pak..

Atau, mau kita tes pake jurus keroyokan kita pak? Mungkin mereka penasaran dengan hobi keroyokan kita...

Thursday, October 04, 2007

Semalam di Malay, Pak?

Yth Pak Jero Wacik,

Pak tolong tanyakan ke tetangga itu donk pak, apa sih maunya mereka pak..Apa belum cukup mereka itu ngutak atik rumah kita? Sebenarnya mereka butuh apa sih pak? Kok terus-terusan mengganggu rumah kita..

Kalau tetangga kita yang lain kita memang sudah taulah mereka butuh pasir untuk memperluas pekarangan mereka. Meski tetangga yang itu kemarin juga mau seenaknya sendiri saat mereka mau main perang-perangan di pekarangan Alpha Satu, Alpha Dua dan Bravo itu lho pak..kalo tetangga yang itu biarlah Pak Juwono yang menasehati Pak..

Kembali ke tetangga yang tadi Pak. Pak tolong ya pak tanyakan juga ke mereka, apa belum puas ngrusuhi pekarangan kita di Ambalat? Apa mereka belum puas juga pak ngeroyok wasit karate kita?

Trus..mau apalagi mereka ngaku-ngaku yang punya lagu 'Rasa Sayange' kita pak.. Pak, saya masih inget lho pak sewaktu masih di taman kanak-kanak, bu guru saya bercerita bahwa Indonesia kita ini punya buaanyak sekali lagu-lagu daerah. Dan salah satunya ya 'Rasa Sayange' itu pak.. Trus nanti kalau ternyata lagu itu diakui milik tetangga kita itu, nanti kita mau rasa sayang ke siapa lagi donk pak.. Pokoknya jangan mau pak..

Pak, ingatkan juga ya sama datuk-datuk tetangga kita itu kalau kita juga bisa nekat lho pak. Ingatkan juga ke engkoh-engkoh di sana bahwa mereka itu hampir kita ganyang lho sewaktu pemimpin kita itu Bung Karno..mereka lupa ya pak? Atau sok tidak gentar? Atau generasi muda tetangga kita itu memang mau ngetes kita ya pak? Bisa jadi lho pak..mereka tes kita pake ngaku-ngaku lagu daerah kita itu, biar kita jadi panas dan fokus ke masalah itu..tapi nanti tau-tau tetangga kita itu diam-diam bangun mercu suar di pekarangan kita yang ada di pulau agak terlantar.

Oh iya..kalau ngomongin lagu-lagu gitu, mereka kan juga punya penyanyi ternama semacam Siti Nurhaliza pak, juga punya lagu-lagu tenar semacam isabella, suci dalam debu dll. Dulu waktu Bapak masih muda, sering nyanyi lagu itu juga kan pak? Lalu kenapa ya pak kok mereka mau repot-repot mempopulerkan lagu-lagu kita..

Pak, kurang baik apa sih pak kita ini sama mereka pak.. Mereka punya bangunan megah yang katanya menara kembar itu lho pak. Tapi saya yakin itu yang ngaduk semen, yang motong-motong besi atau angkut-angkut pasir itu juga banyak orang dari kita pak. Belum lagi dalam kehidupan sehari-hari, di rumah datuk-datuk itu kan yang masak, yang setrika, yang ngepel lantai itu juga orang dari rumah kita lho pak.. Coba kalau orang kita itu ga mau, mereka pasti repot kan pak? Atau mungkin mereka pikir mentang-mentang orang-orang kita di tanah mereka itu selalu sendiko dawuh, trus mereka mau seenaknya sendiri ngutak atik pekarangan kita..Ga bisa begitu kan pak?

Pak, kembali ke lagu ya pak. Ngomong2 masih inget lagu "Semalam di Malaysia" ga pak? itu kan wujud penghargaan kita kepada tetangga kita itu juga pak.. Tapi namanya orang kalau ga mau dihargai ya kita juga ga akan menghargainya kan pak? Buat apa menghormati orang yang gak mau dihormati.. Mending kita ganti aja pak lagu itu dengan "Semalam di Rusia" biar bisa belajar naik Sukhoi, atau "Semalam di Jepang" biar kita bisa semalam suntuk belajar mengolah industri kita pak. Buat apa perlu semalaman di rumah orang yang gak mau hidup bertetangga yang baik pak..

Atau mungkin memang karakter mereka ya pak..Padahal kan mereka hidup pake syariat ketat pak. Tapi kok ya jiwa mereka tetep ajah mau menang sendiri. Sesuatu itu kalau bukan milik kita sendiri memang kelihatan indah, seperti pepatah lama kita itu lho pak..yang bunyinya "Rumput tetangga pasti lebih hijau". Mungkin mereka mau membuktikan keindahan rumput kita ya Pak?

Pak, pokoknya jangan mau ya "Rasa Sayange" itu diambil mereka..

Monday, September 24, 2007

Perang Ideologi?

hmm..
GDP?
68H?
ide-ide liberalisme?
humanisme universil?
Goenawan Muhammad..
Saut Situmorang with his "sastra untuk rakyat tertindas"...

hmm..

Tuesday, September 11, 2007

Bye Pavarotti

"Penso che una vita per la musica sia una vita spesa bene ed รจ a questo che mi sono dedicato"
"I think life in music is a life beautifully spent and this is what I have devoted my life to"

As the world sadly said goodbye to you, a legend..
You remain always in our hearts..
Your voice will live on, and you’ll be a blessing to heaven…
Thanks for being my partner, whenever, wherever..
We love you.. Luciano Pavarotti

image taken from guardian.co.uk